Setelah gempa terjadi tanggal 30 September lalu di Sumatra Barat, UNICEF langsung mengupayakan pentingnya para ibu tetap memberikan ASI kepada bayi mereka. Di situasi darurat, pemberian ASI tetaplah yang terbaik dalam pemenuhan gizi bayi mengingat kondisi lingkungan yang rusak dimana air bersih sangat terbatas. UNICEF mengirimkan paket petunjuk pemberian makan bayi kepada para petugas di lapangan salah satunya di sebuah desa di Kabupaten Agam.
Seorang Ibu bernama Desi Fitria yang tengah hamil 8 bulan dan diperkirakan akan melahirkan di akhir bulan Oktober ini bercerita tentang hancurnya klinik kesehatan yang biasa dia datangi. Untuk itu dia harus pergi ke klinik lain yang jauhnya sekitar 2 jam. Melalui paket petunjuk pemberian makan bayi yang disampaikan petugas, Desi memahami pentingnya melakukan Inisiasi Menyusui Dini dan pemberian ASI ekslusif 6 bulan bagi kesehatan bayinya kelak.
“Memberikan ASI jauh lebih mudah karena tidak perlu khawatir merebus air dan membersihkan botol susu,” ujar Desi sambil menunjuk ke danau yang menjadi sumber air di tempat pengungsian.