logo_indonesia

  •   Melindungi para ibu dan anak-anak dari malaria.
      Delicious  Digg  Reddit    Stumbleupon  Twitter


    Setelah berabad-abad, masyarakat di pulau Halmahera Selatan telah berhadapan dengan ancaman kesehatan yang membahayakan kehidupan mereka, di mana di bagian Indonesia yang lain telah terlupakan. Ancaman tersebut adalah malaria, penyakit yang paling mudah menyerang. Saat ini, Pemerintah, UNICEF dan patner yang lain mengambil tindakan serius untuk menangani ancaman tersebut.


    Seorang petugas kesehatan memberikan vaksin polio saat memberikan layanan kesehatan di Posyandu Desa Kou Bala-Bala, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. © UNICEF/Purnomo

    Desa Yamli, tempat yang hanya bisa di jangkau dengan kapal, merupakan salah satu tempat yang paling parah terjangkit malaria. Dikelilingi rawa-rawa, ini adalah tempat yang paling ideal bagi nyamuk anopheles yang mematikan, yang membawa penyakit tersebut.

    Penduduk setempat, Ester Rahmat, kehilangan salah satu anak kembarnya tahun lalu, ketika gadis tersebut berumur 21 bulan. “ Dia menderita demam dan kemudian saya membawanya ke klinik. Mereka berkata gadis tersebut telah terjangkit malaria,” sahut Ibu Rahmat. “ Mereka telah memberinya sesuatu tapi semua sudah terlambat, dan gadis tersebut meninggal dunia keesokan paginya”

    Ibu Rahmat juga telah terjangkit malaria dan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Dua tetangganya kehilangan anak-anak mereka dalam jangka waktu yang tidak lama.

    Kelambu adalah perlindungan langkah pertama. Untuk mendukung tujuan Indonesia menghapus malaria pada tahun 2030, UNICEF membantu melaksanakan program pencegahan di daerah beresiko tinggi.


    Sakinah mendapatkan kelambu di Posyandu Desa Kou Bala-Bala, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. © UNICEF/Purnomo






























    Kelambu yang telah diolesi dengan obat serangga adalah salah satu langkah perlindungan yang pertama dari malaria. Cara ini unik seiring dengan program imunisasi pemerintah, dan kesehatan ibu serta inisiatif kesehatan anak. Kelambu diberikan kepada golongan yang paling mudah terjangkit, melindungi para wanita hamil dan ibu yang mempunyai bayi.

    Selama di pusat kesehatan desa klinik bulanan, para wanita berbaris menunggu antrian untuk mendapat perawatan dasar kesehatan dan bantuan nutrisi. Di tempat inilah mereka akan menerimakelambu, Ibu-ibu yang mempunyai anak kecil akan mendapat kelambu setelah anak-anak mereka mendapat imunisasi. Wanita hamil akan mendapat kelambu tersebut setelah mereka mengambil ujian darah untuk mengetahui apakah mereka telah terjangkit malaria.

    ”Kita semua bisa tidur tenang”. Selama beberapa tahun, Indonesia telah memenangi peperangan melawan penyakit ini. Akan tetapi untuk menang melawan malaria, program ini harus lebih ditingkatkan dan disebarluaskan. Harga setiap kelambu yang telah diolesi obat serangga adalah kurang lebih Rp 70,000,-. Kembali ke Desa Yamli, saat ini Ibu Rahman menyuruh anak-anaknya untuk tidur di kelambu mereka yang baru. “Sekarang saya tidak merasa khawatir untuk tidur. Saya tidak khawatir untuk digigit nyamuk. Sekarang kita semua bisa tidur tenang,” ucapnya.
    Dengan bantuan Anda, semakin banyak ibu dan anak-anaknya seperti halnya Ibu Rahmat, terlindungi dari penyakit mematikan malaria.
     


     

    Searchs :
    btn_contact
    btn_sitemap


  •  
  • Tentang UNICEF Indonesia    Sumber Informasi     Legal     Situs global UNICEF
    For every child
    Health, Education, Equality, Protection
    ADVANCE HUMANITY