logo_indonesia

  •   Aditya Gilank Pratama, pemenang kategori SMA Penghargaan Penulis Muda Indonesia
      Delicious  Digg  Reddit    Stumbleupon  Twitter


    Aditya Gilank Pratama, seorang penulis muda dan pelajar SMA 78, sangat produktif dan selalu berada di garis depan untuk menyuarakan hak-hak anak. Dia salah satu pelopor berdirinya KREATif (Komunitas Remaja Pena Anak Kreatif) pada Creative Writing Workshop yang diadakan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia  tanggal 27 November 2007 di Gedung BK3S, Menteng. Saat itu dia menjabat sebagai Wakil Ketua KREATif periode 2007-2009 dan menjadi Ketua pada 2009-2010.

    Remaja yang lahir di Jakarta tanggal 18 Oktober 1993 ini, terus menambah wawasannya dengan mengikuti dunia anak muda. Dia mencari informasi tentang hang out anak muda, ikut Twitter, Facebook, KASKUS sampai berdiskusi dengan pengurus parlemen remaja di berbagai belahan dunia.

    Adit pernah menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam International Youth Forum 21-24 Oktober 2009 di Hotel Millenium Jakarta ini, juga menambah wawasannya dengan banyak membaca buku, nonton film, traveling dan senang sesuatu yang baru.

    Sebagai kepala KREATif Pusat (DKI Jakarta), ia mengkoordinir kegiatan pusat, cabang dan ranting KREATif yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Ia memang mudah bergaul dan cepat akrab dengan siapa saja. Senyum ramahnya akan menyapa siapa pun yang ditemuinya. Di balik keakrabannya, lelaki yang merupakan putra tunggal Ibu Tri Astuti ini adalah seorang yang gigih dan keras hati untuk menggapai keinginannya.

    Hal itu terlihat dari caranya mengatur kegiatan di komunitasnya, dan tampak dari prestasinya yang cepat 'meloncat'.  Pada 2007, dia termasuk One of ten best Indonesian Young Writers (UNICEF Award), dengan naskahnya yang berjudul: Kesetaraan Gender Dimulai Dari Sekolah dan Rumah (2007). Dan naskahnya ini dimuat dalam buku Ada Arjuna, Ada Srikandi. Ada Superman, Ada Wonderwoman bersama 19 penulis muda Indonesia lainnya.

    Kali ini naskahnya yang berjudul Aku Ingin Menjadi Presiden Yang Ceria akan dibukukan dalam buku Pelangi Pemimpinku yang terbit Mei 2010.

    Kegiatannya tidak hanya seputar menyuarakan hak-hak anak lewat tulisan, tapi juga mengasah bakat seninya di dunia teater. Dia selalu berupaya menampilkan yang terbaik, baik buat dirinya sendiri maupun untuk grup teater tempat dia bernaung. Dia cenderung tidak bisa diam, dan selalu melakukan inovasi baru dalam bakat yang digelutinya. Itu terbukti dalam Festival Seni Siswa Nasional 2009, ia mendapat penghargaan berupa medali emas.
    Selain yang telah dipaparkan di atas, siswa multi talenta yang pernah menempuh pendidikan di SMP Negeri 89 Jakarta dan SD Negeri Jelambar Baru. 

    Dan pada Ujian Nasional 2010 ini, penggalan naskah dramanya yang berjudul Ayah-Ayah Cinta, menjadi bahan soal UAN SMA di wilayah Indonesia Timur.

    Mendapat manfaat akibat memberi manfaat kepada orang lain adalah hal yang paling dia sukai. Karena itu, Adit terus menulis dan membangkitkan semangat untuk memperluas cakrawala pandang. Dampaknya, setiap orang akan memberi komentar dan kritik atas tulisan-tulisannya. Tak ada pengalaman buruk, semua hanyalah pelajaran untuk hidupnya. Semua pujian adalah karena orang-orang yang membiarkannya tetap hidup dan semakin berkembang.

    DOWNLOAD Naskah "KORUP SIH"
     


     

    Searchs :
    btn_contact
    btn_sitemap


  •  
  • Tentang UNICEF Indonesia    Sumber Informasi     Legal     Situs global UNICEF
    For every child
    Health, Education, Equality, Protection
    ADVANCE HUMANITY