logo_indonesia

  •   Tips menjaga kehamilan karena setiap kehamilan adalah istimewa
      Delicious  Digg  Reddit    Stumbleupon  Twitter



    Seorang ibu sedang berkonsultasi seputar kehamilan dengan petugas kesehatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan
    ©UNICEF Indonesia/Iwan

    • Ketika kehidupan ibu muda mulai aktif, mereka memerlukan informasi tentang kehamilan dan risiko penyakit menular seksual, termasuk HIV. Mereka hendaknya mampu mengenal gejala awal kehamilan. Bila ternyata hamil, mereka harus dibantu untuk mendapatkan perawatan kehamilan sejak awal kehamilan dari petugas kesehatan terlatih. Ia harus belajar juga tentang tahap-tahap kehamilan yang normal dan bagaimana cara merawat kesehatan diri sendiri serta bayinya selama hamil, selain mengetahui pula tanda bahaya kehamilan.
    • Ibu hamil sekurang-kurangnya melakukan empat kali kunjungan pemeriksaan kehamilan kepada petugas kesehatan terlatih. Pemeriksaan kehamilan yang pertama harus dilakukan sesegera mungkin. Sebaiknya dilakukan pada trimester pertama kehamilan. Pemeriksaan kedua pada trimester kedua dan dua kali pemeriksaan pada trimester ketiga.
    • Secara umum dianjurkan, ibu sebaiknya melahirkan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, karena kejadian penyulit persalinan tidak dapat diramalkan.

    Bagi beberapa ibu, melahirkan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih lebih penting karena kemungkinan komplikasi akan meningkat, jika mereka :
    1. Berusia di bawah 18 tahun atau di atas usia 35 tahun.
    2. Telah melahirkan kurang dari dua tahun yang lalu.
    3. Telah beberapa kali melahirkan prematur atau memiliki bayi kurang dari 2,5 kg saat lahir.
    4. Memiliki pengalaman persalinan dengan penyulit atau melahirkan dengan bedah perut sectio caesarea.
    5. Memiliki riwayat keracunan kehamilan.
    6. Memiliki pengalaman keguguran atau bayi lahir mati.
    7. Tinggi badan ibu kurang dari 1,45 meter.
    8. Berberat badan kurang dari 38 kilogram.
    9. Menderita HIV atau infeksi yang ditularkan melalui hubungan seks.

    Tanda–tanda bahaya pada kehamilan meliputi:
    1. Perdarahan pada hamil muda maupun hamil tua.
    2. Bengkak di tungkai, kaki, tangan atau wajah disertai nyeri kepala dan atau kejang.
    3. Demam atau panas tinggi.
    4. Air ketuban keluar sebelum waktunya.
    5. Gerakan bayi di kandungan berkurang atau tidak bergerak.
    6. Muntah terus.
    7. Tidak mau makan.
     


     

    Searchs :
    btn_contact
    btn_sitemap


  •  
  • Tentang UNICEF Indonesia    Sumber Informasi     Legal     Situs global UNICEF
    For every child
    Health, Education, Equality, Protection
    ADVANCE HUMANITY