logo_indonesia

  •   Peran petugas kesehatan setelah bayi lahir
      Delicious  Digg  Reddit    Stumbleupon  Twitter



    Para ibu sedang mendengarkan keterangan dari petugas kesehatan, Klaten, Jawa Tengah
    ©UNICEF Indonesia/Iwan

    Setelah bayi lahir, penolong persalinan terlatih, akan:
    1. Memeriksa kesehatan ibu nifas sebanyak tiga kali (satu kali setelah enam jam, tiga hari setelah persalinan, satu kali pada minggu kedua dan satu kali pada minggu keenam).
    2. Memeriksa kesehatan bayi baru lahir sebanyak tiga kali (satu kali pada umur 6-48 jam, satu kali pada umur 3-7 hari dan satu kali pada umur 8-28 hari).
    3. Menyarankan dan membantu ibu tentang cara menyusui bayi secara eksklusif.
    4. Menyarankan kepada kedua orang tua baru, tentang cara mencegah atau menunda kelahiran berikutnya.
    5. Menyarankan kepada ibu cara merawat tali pusat.
    6. Menyarankan agar ibu dan keluarga selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang bayi.
    7. Menyarankan kepada ibu tentang (1) masalah gizi, istirahat, kebersihan, imunisasi (2) jika tidur di daerah malaria gunakan kelambu yang berinsektisida, (3) melakukan pemeriksaan kesehatan teratur serta bagaimana merawat diri dan bayinya, (4) memberi saran kepada ayahnya untuk membantu keperluan ibu dan bayinya.
    8. Memberi kapsul vitamin A dan tablet tambah darah pada ibu nifas.
    9. Menjelaskan tanda- tanda yang berpotensi membahayakan ibu maupun bayinya.
    10. Membantu ibu, ayah dan keluarga dalam menyiapkan rencana darurat jika timbul komplikasi.
    11. Memberikan penjelasan kepada ibu dan ayah tentang penyakit infeksi yang ditularkan melalui hubungan seks, termasuk HIV. Bila sudah terinfeksi, harus dijelaskan bagaimana merawat diri mereka dan anaknya serta bagaimana mempraktikkan cara menyusui yang mengurangi risiko infeksi kepada bayinya.
    12. Memberikan bimbingan kepada ibu yang HIV positif dan pasangannya agar mereka dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang benar tentang kehamilan berikutnya dan metode kontrasepsi (informasi lebih lanjut lihat bab HIV).
    13. Menjadwalkan kunjungan berikutnya bagi ibu dan bayinya.

    Untuk ibu dan atau bayi yang dengan komplikasi, penolong persalinan yang terlatih harus :
    1. Menjelaskan kepada ibu tentang komplikasi yang dialami oleh bayinya dan pengobatan yang seharusnya diterima oleh bayinya, serta bagaimana ibu tersebut harus melanjutkan perawatan untuk dirinya dan bayinya di rumah.
    2. Membantu pengobatan untuk ibu bila diperlukan, dan memberikan penjelasan tentang bagaimana serta berapa lama penggunaannya.
    3. Meneliti jenis imunisasi yang belum diterima oleh ibu, termasuk tetanus toxoid (TT).
    4. Memberikan nasihat kepada ibu dan ayah atau pengasuh tentang perawatan terbaik untuk bayi mereka, bila bayi lahir prematur atau terlalu kecil, atau memiliki kebutuhan khusus.
    5. Menjadwalkan kunjungan selanjutnya untuk mengamati kesehatan ibu dan bayinya.


     

    Searchs :
    btn_contact
    btn_sitemap


  •  
  • Tentang UNICEF Indonesia    Sumber Informasi     Legal     Situs global UNICEF
    For every child
    Health, Education, Equality, Protection
    ADVANCE HUMANITY