logo_indonesia

  •   Tanda bahaya bayi baru lahir
      Delicious  Digg  Reddit    Stumbleupon  Twitter



    Seorang ibu yang sedang menggedong bayinya untuk diberikan imunisasi, Klaten, Jawa Tengah
    ©UNICEF Indonesia/Iwan

    Tanda bahaya pada bayi baru lahir:
    1. Tidak mau menyusu atau memuntahkan semua yang diminum. Ini tanda bayi terkena infeksi berat.
    2. Bayi kejang. Kejang pada bayi baru lahir kadang sulit dibedakan dengan gerakan normal. Jika melihat gejala-gerakan yang tidak biasa dan terjadi secara berulang-ulang (menguap, mengunyah, mengisap, mata berkedip-kedip, mata mendelik, bola mata berputar-putar, kaki seperti mengayuh sepeda) yang tidak berhenti jika bayi disentuh atau dielus-elus, kemungkinan bayi kejang.
    3. Bayi lemah, bergerak hanya jika dipegang.
    4. Sesak napas (60 kali permenit atau lebih) atau nafas 30 kali per menit atau kurang.
    5. Bayi merintih.
    6. Pusar kemerahan sampai dinding perut. Jika kemerahan sudah sampai ke dinding perut, tandanya sudah infeksi berat.
    7. Demam (suhu tubuh bayi lebih dari 37,5º C) atau tubuh teraba dingin (suhu tubuh bayi kurang dari 36,5º C).
    8. Mata bernanah banyak.
    9. Bayi diare, mata cekung, tidak sadar, jika kulit perut dicubit akan kembali lambat. Ini tandanya bayi kekurangan cairan yang berat, bisa menyebabkan kematian.
    10. Kulit bayi terlihat kuning. Kuning pada bayi berbahaya jika muncul pada :
    a. Hari pertama (kurang dari 24 jam) setelah lahir.
    b. Ditemukan pada umur lebih dari 14 hari.
    c. Kuning sampai ke telapak tangan atau kaki.


     

    Searchs :
    btn_contact
    btn_sitemap


  •  
  • Tentang UNICEF Indonesia    Sumber Informasi     Legal     Situs global UNICEF
    For every child
    Health, Education, Equality, Protection
    ADVANCE HUMANITY