Bantu sediakan obat gizi buruk untuk 2 juta anak

Lebih dari 2 juta Anak Indonesia masih menderita gizi buruk, kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi merupakan salah satu penyebabnya. Sayangnya, pola asuh orang tua dan kondisi pangan di daerah-daerah tertentu juga menjadi tantangan dalam pemberian asupan gizi yang baik untuk anak-anak. Dekris (1 tahun) adalah salah satu anak yang mengalami gizi buruk karena sulitnya mendapat sumber makanan bergizi. Kondisi tanah di area rumah Dekris tidak bisa ditumbuhi sayur kebutuhan sehari-hari. Sementara penghasilan orang tuanya juga terbatas. Mulai donasi bulanan Anda sekarang, dan buat perubahan untuk hidup anak-anak yang paling membutuhkan. UNICEF mengupayakan berbagai pertolongan untuk anak-anak tersebut, selain berbentuk persediaan obat gizi, UNICEF juga mengupayakan saran kebijakan dan dukungan advokasi terkait kebutuhan gizi, program percontohan, dan juga berbagai bantuan untuk peningkatan layanan gizi. ©UNICEF Indonesia/2018/Noorani *Donasi yang terkumpul juga akan disalurkan ke program-program kesejahteraan anak lainnya.
Bantu Sekarang

Donasi untuk Kembalikan 4,3 Juta Anak ke Sekolah

Masa depan anak Indonesia terancam akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Ada 4,3 juta anak tidak mendapatkan pendidikan sekolah dan 2,3 juta anak tidak bisa baca tulis. Ditutupnya sebagian besar sekolah membuat risiko ini menjadi jauh lebih tinggi, terutama bagi anak dari keluarga pra-sejahtera. Sebagian terancam dinikahkan, harus bekerja, atau tidak memiliki akses belajar jarak jauh. Anda bisa ikut serta bersama UNICEF memberikan akses pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Donasi Anda akan membantu : Upaya UNICEF bersama mitra untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah Mendukung upaya pembukaan kembali sekolah dengan aman bagi murid dan staf sekolah Mencetak dan mengirim buku-buku paket untuk anak-anak yang tidak dapat mengakses internet Astina (9 tahun) dari kabupaten Bone, Sulawesi Selatan punya impian menjadi dokter walaupun ia tidak pernah sekolah. Di tempat asalnya, anak tidak sekolah sudah biasa. Astina hanya satu dari jutaan anak Indonesia lainnya yang bisa Anda bantu. Donasi Anda hari ini mampu mengubah hidup anak Indonesia.  *Donasi yang terkumpul juga akan disalurkan ke program-program kesejahteraan anak lainnya.
Bantu Sekarang

Bantu Percepat Akses Air dan Sanitasi Aman untuk Anak Indonesia

20 Juta Orang Indonesia masih Buang Air Besar Sembarangan, hal ini berdampak pada tumbuh kembang anak. Tumbuh besar dengan sehat dibutuhkan sumber air bersih dan aman untuk digunakan, hal paling dasar dalam kehidupan. Diare karena air, sanitasi dan kebersihan yang buruk adalah penyebab utama kematian anak di bawah usia 5 tahun. Dampak lainnya termasuk kekurangan gizi dan stunting. Bersama UNICEF, donasi Anda setiap bulan akan membantu: Upaya perubahan prilaku untuk Stop Buang Air Besar Sembarangan Implementasi program air minum yang dikelola dengan aman Promosi cuci tangan rutin pakai sabun di sekolah, fasilitas kesehatan dan tempat umum lainnya Memberi pelatihan kepada para sanitarian, tokoh kunci di desa, dan perangkat lainnya Juga kesiapan dalam respon bencana alam untuk persediaan air, sanitasi, dan perilaku kebersihan sehari-harinya Donasi sekarang untuk melindungi anak-anak dari bahaya kematian. Feby adalah salah satu anak yang akhirnya bisa mendapat akses air minum dan sanitasi di dalam rumahnya, sekarang Feby tidak perlu buang air besar sembarangan lagi. Sebelumnya orang tua Feby memiliki kendala keuangan untuk membangun toilet dan keran air di dalam rumahnya. Keluarga Feby dibantu oleh sanitarian yang ada di tingkat desa untuk akhirnya mendapatkan akses air minum dan sanitasi aman. Anda bisa membantu mengubah keadaan ini, jadi Pendekar Anak sekarang juga dengan memberikan donasi bulanan dan lindungi hidup Anak-anak Indonesia. *Donasi yang terkumpul juga akan disalurkan ke program-program kesejahteraan anak lainnya.
Bantu Sekarang

PERTANYAAN UMUM

Temukan jawaban atas beberapa pertanyaan yang paling umum diajukan tentang UNICEF

HASIL UTAMA UNTUK ANAK-ANAK PADA TAHUN 2021

UNICEF bekerja sama dengan berbagai mitra pemerintah dan masyarakat sipil untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

  • Lebih dari 60 juta dosis vaksin COVID-19 dikirimkan, difasilitasi oleh UNICEF melalui COVAX.
  • 5,7 juta siswa dengan aman melanjutkan pembelajaran tatap muka terbatas di lebih dari 37 ribu sekolah.
  • 3,7 juta perempuan dan anak-anak menerima layanan kesehatan ibu dan anak.
  • Survei kualitas air yang mencakup 20.000 rumah tangga.
  • Kursus pelatihan e-learning pertama untuk petugas kesehatan dan non-kesehatan tentang penyuluhan mengenai pemberian makan bayi dan anak serta gizi.
  • Lebih dari 32.000 anak yang kehilangan orang tua mereka karena COVID-19 telah diidentifikasi.
  • Analisis Situasi Anak dan Remaja di Kota-Kota Indonesia.

PARA PENDEKAR ANAK

  • Saya merasa beruntung banget menjadi Pendekar Anak. Kurang lebih sudah 10 tahun saya kenal UNICEF. Dengan sedikit yang saya punya, saya diberi kesempatan untuk membantu anak-anak. Selain itu walaupun saya tidak minta, saya diinfokan kegiatan-kegiatan yang dilakukan serta dikirimkan foto-foto oleh UNICEF.
    Kharina Dhewayani
    Pendekar Anak sejak tahun 2009
  • Hadirnya program dari UNICEF dapat membantu anak-anak yang kekurangan di negeri tercinta ini. Melalui UNICEF, saya merasa terfasilitasi untuk berbagi dengan anak-anak kita.
    Wahyu Purwono
    Pendekar Anak sejak tahun 2015
  • Saya merasa sangat senang menjadi Pendekar Anak UNICEF karena kita bisa membantu anak-anak penerus bangsa untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik dari segi pendidikan dan sebagainya. Mengingat masih terdapat banyak anak-anak yang masih kesulitan mengakses pendidikan, saya pun merasa Pendekar Anak UNICEF ini merupakan suatu media untuk kita bisa membantu dan berbagi kepada mereka.
    Vanesia Ciayadi Kwang
    Pendekar Anak sejak tahun 2020
  • Saya sudah lama bergabung menjadi Pendekar Anak UNICEF. Menurut saya wadah ini benar-benar memperhatikan kebutuhan anak-anak dan balita di daerah terpencil yang belum terjangkau serta sangat membutuhkan bantuan. Saya sangat berterima kasih kepada para pengelola wadah ini yang selalu berusaha dan mau mencari anak-anak Indonesia yang membutuhkan bantuan di manapun.
    Achmad Tobing Hidayat
    Pendekar Anak sejak tahun 2003