Donasi UNICEF Indonesia - Cara Donasi Online Terpercaya

200.000 Anda sangat berarti untuk mereka

Covid-19 berakibat buruk pada keluarga prasejahtera. Bukan hanya virusnya, tetapi banyak orang tua kehilangan pekerjaan, kurang pendapatan, kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak-anak mereka jadi korban tak terlihat selama pandemi.

Dampaknya bisa timbul krisis kemiskinan pada anak, mereka rentan tidak mendapat akses kesehatan, pendidikan dan kebutuhan gizi. Bahkan diperkirakan angka gizi buruk meningkat selama masa pandemi. Anak-anak yang tinggal di area yang sulit dijangkau juga terbatas bahkan tidak memiliki akses internet untuk belajar. 

Donasi bulanan Anda dapat menyediakan pertolongan jangka panjang untuk anak-anak yang terdampak Covid-19, diantaranya adalah:

  1. Menyediakan panduan untuk orang tua, pengasuh dan guru dalam mendukung pembalajaran di rumah dan jarak jauh.
  2. Mencetak dan mendistribusikan buku ajar untuk anak-anak yang tidak mendapat akses internet.
  3. Menyediakan obat gizi selama masa pandemi untuk anak-anak yang menderita gizi buruk.
  4. Memfasilitasi sekitar 5000 layanan kesehatan untuk tetap dapat memberikan imunisasi kepada anak-anak.



Mulai donasi bulanan Anda sekarang, jadi Pendekar Anak dan buat perubahan untuk hidup anak-anak yang paling membutuhkan.

Klik di sini, untuk mengetahui berbagai upaya yang UNICEF lakukan selama penanganan Covid-19 di Indonesia.

Read More

“Aku gak mau buang air besar di got lagi.” Feby (9)

"Aku sebelumnya buang air besar di got, aku juga pernah sakit diare, rasannya lemas dan pusing, aku gak mau sakit diare lagi," cerita Feby setelah akhirnya mendapatkan jamban dan pipa saluran air bersih di rumah.

Setiap 1,5 menit, setidaknnya satu Anak Indonesia meninggal dunia karena sanitasi buruk. Ketika air yang digunakan oleh anak-anak tercemar tinja, ada puluhan miliar sumber penyakit yang akan menyerang tubuh anak seperti kuman, bakteri, virus hepatitis dan telur cacing.

 

Saat ini UNICEF menjalin kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama pemerintah untuk menyediakan akses air bersih dan sanitasi aman. Sehingga tidak perlu lagi ada anak-anak seperti Feby yang harus menderita karena air tercemar, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.air tercemar, sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.

 

Dengan berdonasi Rp 200.000,- Anda telah membantu anak-anak dari keluarga miskin mendapat layanan sanitasi aman.

Donasi sekarang dan lindungi anak-anak dari bahaya pencemaran air!

Read More

Bantu Dekris sembuh dari Gizi Buruk

Anak Indonesia menghadapi resiko paling berbahaya, karena gizi buruk.

Genap di hari ulang tahun pertamanya, berat badan Dekris menurun drastis hingga 6,5 kilogram. Ibunya berusaha sebisa mungkin menyediakan makanan bergizi untuk Dekris, sehari-hari ia mengonsumsi nasi, sayur daun kelor, tempe dan tahu. Kondisi lahan yang kering juga membatasi orang tua Dekris menanam jenis sayur lainnya. Ayah Dekris bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah gedung perkantoran, Ibunya kini mengupayakan segala cara untuk kesembuhan Dekris.

Anak-anak dengan gizi buruk seperti Dekris, membutuhkan tambahan asupan gizi, yang di mana UNICEF membantu pemerintah daerah dalam penyediaan obat terapi gizi atau dikenal dengan RUTF (Ready to Use Therapeutic Food). 

Bersama UNICEF, Anda bisa menjadi jalan terang untuk Dekris dan anak-anak lainnya.

Donasi 500.000 rupiah per bulan untuk menyediakan obat terapi gizi buruk selama 3 minggu.

Ada setidaknya 2,2 Juta Anak Indonesia menderita gizi buruk.  

“Kesembuhan dia adalah tanggung jawab saya. Kalau saat itu di puskesmas tidak ada Ibu Ida dari UNICEF, saya tidak harus bagaimana. Saya mau merawat Dekris hingga sembuh, hingga dia besar nanti.” Ibu Erni Fobiya – orang tua Dekris.

Ayo bantu Ibu Erni sembuhkan Dekris sekarang juga, donasi sekarang untuk menyediakan obat terapi gizi.

Donasi ke UNICEF untuk membantu memastikan perlindungan dan kesejahteraan anak-anak di seluruh Indonesia.

Read More

Begitu berartinya kontribusi anda

Donasi Rp 500.000 untuk mengupayakan pendidikan berkualitas seorang murid miskin

Para Pendekar Anak