Bantu Gifaril sebelum, di saat dan setelah bencana terjadi

Satu tahun setelah gempa dan tsunami di Palu, Gifaril sudah kembali belajar di sekolah. “Aku ingin selesaikan sekolah dan melanjutkan belajar di SMP sampai nanti SMA.” Ucap Gifaril.

Berkat donasi bulanan Pendekar Anak, saat gempa dan tsunami terjadi di Palu satu tahun lalu, secepat mungkin UNICEF mampu menyediakan 450 tenda pendidikan beserta paket school-in-a-box di dalamnya.

Gifaril dan anak-anak lainnya tetap bisa bermain dan belajar di tenda, sementara gedung sekolah mereka sedang dipastikan keamanannya untuk kembali digunakan.

Jadilah Pendekar Anak sekarang juga, kebaikan hati Anda akan membantu anak-anak seperti Gifaril menghadapi situasi darurat, sebelum, di saat dan setelah bencana terjadi.

Read More

Jadi Pendekar Anak dan Bantu Devi Melawan Bullying

Jadi Pendekar Anak dan Bantu Devi melawan bullying.

“Saya ingin membuat perubahan di sekolah, membantu anak-anak lain yang dibully, karena saya pernah dibully dan ingin membantu mereka.”

Devi Astuti adalah salah satu siswa agen perubahan dari program anti-bullying UNICEF yang diselenggarakan di 4 sekolah di Klaten. Bersama pemerintah, UNICEF dan mitra melatih anak-anak seperti Devi untuk menilai situasi terkait tindakan-tindakan bully di sekolah. Devi juga menjadi lebih berani dan paham bagaimana membantu teman-temannya yang mengalami bullying di sekolah.

Jadilah Pendekar Anak untuk mendukung upaya UNICEF membantu remaja seperti Devi yang ingin berdaya melawan bullying.

Read More

Jadi Pendekar Anak dan Selamatkan Marce dari Gizi Buruk

Gizi yang baik akan membantu tumbuh kembang anak bahkan menyelamatkan mereka dari ancaman penyakit mematikan. Ketika kebutuhan gizi seorang anak seperti Marce tidak terpenuhi dengan baik, maka ancaman bahaya gizi buruk akan dihadapinya seorang diri.

Marce berusia 18 bulan dan mengalami gizi buruk dengan berat badan hanya 6,5 kilogram. Saat pertama kali ditemui oleh Tim UNICEF lingkar lengan atasnya tidak mencapai 11 cm.

Anak yang mengalami gizi buruk seperti Marce, 11 kali beresiko mengalami kematian.

“Saya ingin anak saya sembuh dan nafsu makannya kembali.” Ucap Ibunda Marce

UNICEF bersama pemerintah mengupayakan sebuah program Penanganan Gizi Buruk Berbasis Masyarakat. Di mana anak-anak seperti Marce dijangkau satu persatu oleh petugas kesehatan terlatih dan diberikan obat gizi berbentuk pasta kacang sebanyak 3 kali sehari selama 8 minggu.

Read More

Begitu berartinya kontribusi anda

Donasi Rp 500.000 untuk mengupayakan pendidikan berkualitas seorang murid miskin

Para Pendekar Anak