Donasi untuk Kembalikan 4,3 Juta Anak ke Sekolah

Masa depan anak Indonesia terancam akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan. Ada 4,3 juta anak tidak mendapatkan pendidikan sekolah dan 2,3 juta anak tidak bisa baca tulis. Ditutupnya sebagian besar sekolah membuat risiko ini menjadi jauh lebih tinggi, terutama bagi anak dari keluarga pra-sejahtera. Sebagian terancam dinikahkan, harus bekerja, atau tidak memiliki akses belajar jarak jauh.  Anda bisa ikut serta bersama UNICEF memberikan akses pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Donasi Anda akan membantu : Upaya UNICEF bersama mitra untuk mengembalikan anak-anak ke sekolah Mendukung upaya pembukaan kembali sekolah dengan aman bagi murid dan staf sekolah Mencetak dan mengirim buku-buku paket untuk anak-anak yang tidak dapat mengakses internet Astina (10 tahun)dari kabupaten Bone, Sulawesi Selatan punya impian menjadi dokter walaupun ia tidak pernah sekolah. Di tempat asalnya, anak tidak sekolah sudah biasa. Astina hanya satu dari jutaan anak Indonesia lainnya yang bisa Anda bantu. Donasi Anda hari ini mampu mengubah hidup anak Indonesia. Jadi Pendekar Anak dan selamatkan masa depan seorang anak hari ini. Mulai komitmen Anda sekarang untuk menyelamatkan mimpi anak-anak Indonesia dan dapatkan gelang Pendekar Anak dengan berdonasi bulanan mulai dari Rp 150.000,-
Bantu Sekarang

Donasi Nutrisi dan Gizi untuk Anak Indonesia bersama UNICEF

Lebih dari 2 juta Anak Indonesia masih menderita gizi buruk, kurangnya asupan makanan dan penyakit infeksi merupakan salah satu penyebabnya. Sayangnya, pola asuh orang tua dan kondisi pangan di daerah-daerah tertentu juga menjadi tantangan dalam pemberian asupan gizi yang baik untuk anak-anak. Dekris (1 tahun) adalah salah satu anak yang mengalami gizi buruk karena sulitnya mendapat sumber makanan bergizi. Kondisi tanah di area rumah Dekris tidak bisa ditumbuhi sayur kebutuhan sehari-hari. Sementara penghasilan orang tuanya juga terbatas. Mulai donasi bulanan Anda sekarang, jadi Pendekar Anak dan buat perubahan untuk hidup anak-anak yang paling membutuhkan. UNICEF mengupayakan berbagai pertolongan untuk anak-anak tersebut, selain berbentuk persediaan obat gizi, UNICEF juga mengupayakan saran kebijakan dan dukungan advokasi terkait kebutuhan gizi, program percontohan, dan juga berbagai bantuan untuk peningkatan layanan gizi. ©UNICEF Indonesia/2018/Noorani
Bantu Sekarang

Selamatkan anak-anak dari ancaman diare bersama Cekidot Squad

Buyung, Puspa, Aria, dan Kandi adalah para Cekidot Squad yang ingin melindungi anak-anak dari ancaman kematian yang disebabkan oleh diare. Setiap tahun, setidaknya 150.000 Anak Indonesia meninggal dunia akibat diare. Diare pada anak banyak terjadi karena air yang tercemar, ditambah lagi separuh masyarakat miskin perkotaan menggunakan air tanah yang sudah tercemar. Para Cekidot Squad ingin menciptakan lingkungan dan akses air yang aman untuk anak-anak. Ayo berdonasi untuk membantu Cekidot Squad menyelamatkan anak-anak dari ancaman kematian. Dengan berdonasi 150.000 rupiah per bulan Anda telah: Memberikan akses air yang aman untuk anak-anak. Meminimalisir resiko air tercemar bahaya tinja yang tidak dikelola dengan aman. Meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya menjaga dan mengelola sanitasi serta septic-tank di rumah.   Ayo bantu Cekidot Squad melindungi anak-anak seperti Arsa, agar tidak perlu lagi ada anak yang meninggal dunia karena air yang tercemar oleh tinja manusia.
Bantu Sekarang

HASIL UTAMA UNTUK ANAK-ANAK PADA TAHUN 2021

UNICEF bekerja sama dengan berbagai mitra pemerintah dan masyarakat sipil untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

  • Lebih dari 60 juta dosis vaksin COVID-19 dikirimkan, difasilitasi oleh UNICEF melalui COVAX.
  • 5,7 juta siswa dengan aman melanjutkan pembelajaran tatap muka terbatas di lebih dari 37 ribu sekolah.
  • 3,7 juta perempuan dan anak-anak menerima layanan kesehatan ibu dan anak.
  • Survei kualitas air yang mencakup 20.000 rumah tangga.
  • Kursus pelatihan e-learning pertama untuk petugas kesehatan dan non-kesehatan tentang penyuluhan mengenai pemberian makan bayi dan anak serta gizi.
  • Lebih dari 32.000 anak yang kehilangan orang tua mereka karena COVID-19 telah diidentifikasi.
  • Analisis Situasi Anak dan Remaja di Kota-Kota Indonesia.

PARA PENDEKAR ANAK

  • Bagi saya, berbagi dengan mereka yang kurang beuntung adalah panggilan pribadi dan yang terpenting adalah saya yakin jika donasi yang diberikan tersalur dengan baik. UNICEF rutin membagikan informasi terkini dan saya merinding setiap kali membacanya. Saya percaya UNICEF adalah organisasi yang kredibel untuk menyalurkan bantuan kepada anak-anak.
    Deni Sagita
    Pendekar Anak sejak tahun 2011
  • Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari upaya UNICEF. Saya berharap UNICEF dapat terus memperluas area jangkauannya untuk membantu anak-anak di seluruh Indonesia dan saya percaya UNICEF bisa menjadi berkat untuk bangsa.
    Merry
    Pendekar Anak sejak tahun 2012
  • Anak-anak adalah harapan dan penerus bangsa. Semoga dengan kekuatan kebaikan dan tekad yang kuat dari para pendekar anak dan ketulusan bekerja dari teman-teman UNICEF serta kontributor lainnya, anak-anak Indonesia dapat menjadi para calon pemimpin masa depan. Saya berharap mereka bisa mencapai potensi maksimal dan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa Indonesia dan tentunya bagi anak-anak generasi selanjutnya.
    Ronald
    Pendekar Anak sejak tahun 2018
  • Mewakili Pendekar Anak lainnya, saya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan anak yang terbantu oleh program UNICEF. Saya senang dapat terlibat. Semoga lebih banyak orang lagi yang terlibat menjadi Pendekat Anak untuk memberi harapan kepada anak-anak di Indonesia.
    Siwi
    Pendekar Anak sejak tahun 2015