Di Nusa Tenggara Timur (NTT), 20.000 anak balita masih menderita gizi buruk

Kemarau yang panjang, curah hujan rendah, dan pengetahuan gizi yang terbatas melatarbelakangi kasus gizi buruk yang terjadi di wilayah ini. Anak-anak yang menderita gizi buruk umumnya memiliki sistem imunitas tubuh yang rendah sehingga mudah terkena penyakit infeksi seperti diare dan pneumonia. Gizi buruk adalah jenis masalah gizi yang paling berbahaya dan mengancam jiwa anak karena anak gizi buruk berisiko meninggal hampir 12 kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak sehat seusianya.

 

UNICEF terus bergerak untuk deteksi dini dan membantu pemulihan gizi buruk

Deteksi dini adalah cara terbaik menangani kasus gizi buruk karena anak dapat segera ditolong sebelum jatuh sakit. UNICEF bersama mitra, mengajak seluruh lapisan masyarakat di sekitar anak, mulai dari orang tua, kader Posyandu, petugas kesehatan, sampai guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk ikut peduli dan ambil andil dalam gizi anak yang optimal. 

Salah satu inisiatif baru UNICEF adalah dengan memperkuat peran guru PAUD untuk deteksi dini gizi buruk di PAUD dengan menggunakan pita LiLA (lingkar lengan atas), yang dibuat sesederhana mungkin agar mudah dimengerti dan digunakan. Selain itu, guru PAUD juga dilatih untuk dapat memberikan pemahaman gizi kepada orang tua murid dan merujuk ke puskesmas jika menemukan anak dengan gizi buruk atau gizi kurang.

 

Mengapa Kupang dan mengapa PAUD?

Berbeda dengan PAUD yang biasa kita temukan di kota-kota besar, banyak PAUD di Kupang yang tidak memungut biaya dari murid-muridnya. Salah satu contohnya adalah di PAUD Puri Alak yang letaknya satu jam dari kota Kupang. 

Bermula dari kerinduan Ibu Theresia (pengelola PAUD Puri Alak) melihat anak-anak balita yang belum sekolah di lingkungannya, dirinya memutuskan untuk membuka PAUD di rumah pribadinya. Uniknya, PAUD Puri Alak berkegiatan di sore hari karena paginya Ibu Theresia mengajar di kota Kupang. Dengan hati tulus dan tanpa memperhitungkan perjuangannya, Ibu Theresia membuka pintu rumahnya untuk anak-anak balita, termasuk di antaranya mereka yang menderita gizi buruk.

 

Donasi Anda Menggerakkan Aksi Peduli Gizi Buruk di PAUD

Anda dapat turut berpartisipasi dalam Aksi Peduli Gizi Buruk, di mana semua lapisan masyarakat bergerak untuk deteksi dini dan mengobati gizi buruk bila upaya pencegahan tidak berhasil. Donasi Anda melalui program ini akan disalurkan untuk:

  • Pemberian makanan lokal bergizi untuk anak-anak di PAUD.
  • Pelatihan deteksi dini gizi buruk untuk guru PAUD dan orang tua
  • Pemanfaatan lahan PAUD dan rumah untuk menanam sayur dan buah sebagai bahan makanan bergizi

Aksi Anda hari ini mampu mengubah masa depan anak-anak Indonesia menjadi lebih baik. Jika mengobati gizi buruk dibutuhkan biaya sekitar Rp. 5 juta per anak, upaya deteksi dini hanya membutuhkan biaya Rp. 1 juta per anak, atau seperlimanya.

Dengan berdonasi minimal Rp300.000, Anda telah ikut serta dalam menjangkau lebih banyak lagi anak yang menderita gizi buruk. Sebagai ucapan terima kasih, Anda juga akan menerima e-Certificate dengan nama dan nominal donasi yang Anda tentukan.

Berikut contoh e-Certificate yang akan Anda dapatkan pada email

Terima kasih telah mengunjungi website UNICEF dan tertarik untuk membaca sampai akhir. Mari sebarkan juga, kampanye #AksiPeduliGiziBuruk agar makin banyak orang yang berpartisipasi. Untuk informasi lebih lanjut tentang program-program deteksi dini gizi buruk yang sedang dilakukan UNICEF bersama pemerintah, silakan klik LINK INI.

TENTANG UNICEF

UNICEF bersama Pemerintah Indonesia, organisasi setempat, pihak swasta dan masyarakat memiliki tujuan untuk memenuhi hak-hak dasar anak Indonesia.

Mengusung program dengan fokus utama mendukung bantuan teknis, penguatan kapasitas, advokasi, formulasi kebijakan dan promosi isu-isu anak di Indonesia untuk menuntaskan jutaan permasalahannya. 

Credit Card
Debit Card
Bank Transfer
Ewallet