Di bulan Ramadan, kita diajak untuk berhenti sejenak dan merenungkan hal-hal yang sering kita anggap biasa, salah satunya Air Bersih. Meski air bersih mengalir setiap hari di rumah kita, masih ada siswa di Indonesia yang kesulitan mengakses air bersih dan toilet yang layak di sekolah.
Ketika kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, kemampuan anak untuk belajar dan berkembang menjadi terhambat. Bukan karena mimpi atau potensi mereka, melainkan karena kondisi yang bisa, dan seharusnya, kita perbaiki bersama.
Apa yang dialami anak di sekolah dengan sanitasi buruk?
Ketika air bersih dan toilet yang layak tidak tersedia, anak bisa:
🚫 Lebih sering sakit, seperti diare dan sakit perut
🚫 Lebih sering absen, sehingga tertinggal pelajaran
🚫 Sulit fokus belajar karena tidak nyaman
🚫 Anak perempuan khususnya, merasa malu dan tidak aman saat menstruasi
Hal-hal kecil ini berdampak besar pada kesehatan, kehadiran, dan proses belajar anak.
Apa yang bisa dilakukan?
Menghadirkan air bersih, toilet yang layak*, dan perilaku hidup bersih di sekolah mampu memberikan dampak nyata agar anak dapat menjalani hari-hari belajarnya dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat.
*(terpisah sesuai gender dengan sarana cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun)

Bagi anak, ini bukan soal fasilitas. Ini soal kesempatan untuk belajar dengan optimal.
Apa yang bisa dilakukan?
Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam memperluas akses air bersih dan sanitasi yang aman di sekolah. Berkat kerja sama antara institusi pemerintah, sekolah, dan masyarakat setempat, sekitar 60 juta siswa kini dapat belajar di lingkungan yang lebih sehat. Hal ini memperlihatkan potensi besar yang dapat dicapai ketika berbagai pihak bergerak bersama.
Namun, upaya ini belum sepenuhnya selesai. Diperkirakan masih ada sekitar 3,1 juta anak yang bersekolah di tempat-tempat di mana akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak belum terwujud.
UNICEF bekerja bersama mitra pemerintah, sekolah, dan komunitas lokal untuk membantu menutup kesenjangan tersebut sehingga tidak ada anak yang tertinggal. Menjangkau anak-anak dalam situasi paling rentan, khususnya mereka yang tinggal di daerah pedesaan dan wilayah terpencil, agar setiap anak dapat belajar di lingkungan sekolah yang aman dan sehat.
Apa yang bisa dilakukan?
Anda dapat menjadi bagian dari upaya ini dengan bergabung sebagai Pendekar Anak UNICEF, mendukung aksi berkelanjutan agar setiap anak dapat belajar di lingkungan yang sehat dan aman.
Dukungan Anda melalui kampanye ini membantu UNICEF merespons kebutuhan anak di berbagai situasi. Selain fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi di sekolah, donasi yang terkumpul juga memperkuat program-program penting lainnya untuk mendukung kesehatan, pendidikan, perlindungan, serta kesejahteraan anak di seluruh Indonesia.